Mantan Mayor Marinir Belanda Prediksi Perang Dunia Ketiga pada 2020

Mantan Mayor Marinir Belanda Prediksi Perang Dunia Ketiga pada 2020

Performance art oleh anak-anak dan pemuda dusun Keron desa krogowanan kecamatan Sawangan kabupaten Magelang sekaligus untuk videoklip peluncuran buku “2020 Warning”karya  Dr Ingo Piepers, penulis asal Belanda yang tinggal di Borobudur Magelang, Minggu (30/10). (foto: ch kurniawati)
Source: Metro Jateng

MAGELANG – Kalau biasanya soft launching sebuah buku dilaksanakan di gedung yang mewah dan lengkap dengan sajian makanan yang enak, namun tidak bagi Dr Ingo Piepers, penulis buku asal negri Belanda. Ia melakukan soft launching buku berjudul 2020 warning, di tengah sawah di sebuah desa yang berada di lereng gunung Merapi,tepatnya di dusun Keron desa krogowanan kecamatan sawangan kabupaten Magelang, Minggu (30/10).

Soft launching juga tidak dihadiri para pecinta buku, birokrasi,dosen atau akademisi lainnya, namun dihadiri warga desa setempat dan didahului dengan performance art oleh pemuda  dan anak-anak kecil setempat.

Performance art menggambarkan dunia yang penuh kedamaian tiba-tiba saja di serang oleh orang-orang serakah sehingga timbul perang yang besar. Anak-anak kecil berusia antara 3-8 tahun dengan bertelanjang dada  terlihat sedang asyik bermain. Namun keasyikan mereka bermain diganggu oleh sekelompok orang yang tidak suka dengan kedamaian.

Performance art saat launching ini akan dijadikan video klip teatrikalpenggambaran perang dunia ke 3.

Dr Ingo yang juga mantan marinir Belanda berpangkat Mayor  tahun 1997 ini  mengatakan, dirinya sengaja melaunching buku di tengah sawah dan disebuah pedesaan yang jauh dari hiruk pikuk kota, agar orang-orang desa tetap cinta kedamaian.

Disebutkan, buku 2020 warning berisi prediksi dirinya akan timbulnya perang yang besar di tahun 2020 mendatang. Prediksi itu muncul setelah dirinya melakukan riset selama 5 tahun.

“Saya kaget dengan hasilnya. Ini matematika bukan magic. Sangat penting buat semua orang untuk sadar, bahwa dunia sudah terjadi masalah.Hal ini harus segera di selesaikan,” kata pemilik Villa Borobudur ini.

Ia menyebutkan, isu perang dunia ketiga tahun 2020 akan melibatkan sebagian besar negara di dunia menjadi dua kubu paralel Sekutu dan Powers Timur.

“Namun saya tentu berharap agar negara-negara di dunia bisa mencegah melalui diplomasi politik agar perang dunia itu bisa di cegah,” harap Pria yang tinggal di Borobudur sejak tahun 2013 lalu.

Menurutnya, dunia sudah  menjadi kritis, dimana akan ada perang dunia ke 3 kira-kira tahun 2020 untuk reorganisasi dunia. Banyak ide radikal, Amerika tidak stabil, dan keluarnya Inggris dari Uni Eropa,  ini menjadikan dunia hilang keseimbangan.

Ingo juga menuturkan,  berdasarkan hasil risetnya sejak dari dirinya menjadi anggota Marinir bahwa perang dunia  telah terjadi semacam siklus, yang menyebabkan dunia kehilangan keseimbangan.

Disebutkan, penyelesain masalah yang timbuldi dunia ini dengan diplomasi politik, tidak dengan perang. “Dan ini menjadi tanggung jawab seluruh deplomatik yang ada di dunia,” tegas bule yang pernah tugas di Bosnia-Herzegovina 1995 ini.

Ingo juga menambahkan, bahwa dalam waktu dekat akan melauncing buku yang di beri judul,  “2020 Warning” , buku yang menceritakan tentang penelitian dalam dinamika perang dari sistim internasional selama periode 1495 – 2016. Dimana dalam penelitianya ada kesimpulan bahwa sistim internasional secara berkala dan teratur menjadi kritis. Kekritisan tersebut berarti perang dunia yang sistemik.

Bulan depan, buku ini akan di launching di Belanda  agar dunia tahu bahwa perang mendatangkan kerusakan dan penderitaan yang sangat besar.  “Dengan klip vidio ini juga Kami akan mencoba memulai mengkampanyekan ke seluruh dunia  untuk menghidari perang,” ujar Ingo.

Sementara Seniman dari Desa Keron, Kecamatan Sawangan,  Sujono, mengatakan klip vido tearikal yang di bawakan kelompoknya menggambarkan terpecahnya persatuan negara-negara di dunia akibat terjadinya perang, sehingga mengakibatkan kerusakan dan  banyak korban.

Dengan performance art itu katanya,bisa di tarik rasa bahwa  dampak jika perang dunia benar-benar akan terjadi lagi maka yang merasakan adalah jutaan manusia terutama anak-anak akan menjadi korban.

Menurut Ingo, bagi yang ingin membaca buku ini bisa mendownload gratis melalui website www.global4cast.org. (MJ-24)

 

Source: Metro Jateng